untuk tuan putri

kali ini ku beranjak,

melangkahkan kaki mengejar mimpi

bersiap berlari menyingsing fajar esok hari

menyambut mentari menunggu pagi

entah apa yang akan terjadi,

tak ada cinta yang tak memiliki arti

suatu permainan hati dua insan manusiawi

kubersumpah di depan dewa-dewi akan menjaga cintamu sepenuh hati

memastikan esok, kan tetap ada pelangi, hujan warna-warni

menunggu sang tuan putri tuk tersenyum kembali

- 16 agustus, aku berangkat -

Advertisement

~ by pangestu on 16 August 2008.

2 Responses to “untuk tuan putri”

  1. gw cm bisa bilang kalau lu sangat gombaaaaaaaaaaaaallllllllllll…… hahahahahahaha ga juga s. Bagus sih…. membuat hati terenyh [alahh!!!]
    membuat mata siapapun yang membaca berkaca-kaca [double-alllllllaaaaaaaaaaaahhhhhhh!!!!]
    hahahahahaha… nice

  2. Han2… Lu mw pergi ke jatinagor, bikin surat perpisahan dlu ey…
    Kyk mw pergi ke Amrik aj… Ha3…
    Maksa2 ngasih comment lg… Ha3 ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.