melankolisasi waktu

hilang, perlahan lenyap, rasa rindu yang terpancar dari keheningan tatapan kasihku

berlalu, memang lambat, tapi pasti, berganti semua rasa yang ada menjadi suatu kehilangan yang tak lama lagi kan menjadi pengisi kesunyian tiap-tiap relung hariku

baik pagi, siang, atau entah petang, selamanya kan menjelma menjadi sang malam

malam yang lemah, kelam, renta, hampa adanya

lagi-lagi ragu, pilu, dan malu, tak mampu bertanya pada dunia, tentang apa mau mereka

aku?

asaku?

harapku?

ataukah hanya sekedar bermain dengan sang waktu?

menanti suatu saat nanti bersama sang ajal yang kelak kan memasung segala akal sehat dan anganku

Advertisement

~ by pangestu on 10 July 2008.

One Response to “melankolisasi waktu”

  1. Ajal gak kan memasung akal sehat dan angan loe
    Justru setiap dentingan waktu hingga tutup usia lah yang mengikat angan loe
    Melankolis terlihat kasat mata dari sang waktu
    Cepat, dan tak kan kembali
    Karna tiap detiknya jadikan tahun, dalam jagad hidup loe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.