melankolisasi waktu
hilang, perlahan lenyap, rasa rindu yang terpancar dari keheningan tatapan kasihku
berlalu, memang lambat, tapi pasti, berganti semua rasa yang ada menjadi suatu kehilangan yang tak lama lagi kan menjadi pengisi kesunyian tiap-tiap relung hariku
baik pagi, siang, atau entah petang, selamanya kan menjelma menjadi sang malam
malam yang lemah, kelam, renta, hampa adanya
lagi-lagi ragu, pilu, dan malu, tak mampu bertanya pada dunia, tentang apa mau mereka
aku?
asaku?
harapku?
ataukah hanya sekedar bermain dengan sang waktu?
menanti suatu saat nanti bersama sang ajal yang kelak kan memasung segala akal sehat dan anganku
Advertisement

Ajal gak kan memasung akal sehat dan angan loe
Justru setiap dentingan waktu hingga tutup usia lah yang mengikat angan loe
Melankolis terlihat kasat mata dari sang waktu
Cepat, dan tak kan kembali
Karna tiap detiknya jadikan tahun, dalam jagad hidup loe