nyata, menghapus lara

•15 September 2008 • Leave a Comment

ku merenung sendiri malam ini
bersenandung lirih mencoba mencari arti cinta sejati
entah apa yang kunanti?
berharap sang putri tuk menghampiri?
semu, hampir tak pasti

kutatap bintang sisa senja tadi
mencoba mencari mimikri-mimikri buah pemikiran ilahi
adakah tersisa sedikit untuk diriku sesosok kenangan akan empunya hati ini?
seorang anak manusia di belahan lain dunia yang berjanji kan sehidup semati menemaniku tuk terus berlari
mengejar cinta suci, yang takkan mati

dan ketika semuanya tampak kasat mata, hanya cinta yang terasa nyata

tidak hampa, menghapus lara

untuknya,

antonia pricilla

- 15 september, ketika kusadari indah cinta yang kurasa -

untuk tuan putri

•16 August 2008 • 2 Comments

kali ini ku beranjak,

melangkahkan kaki mengejar mimpi

bersiap berlari menyingsing fajar esok hari

menyambut mentari menunggu pagi

entah apa yang akan terjadi,

tak ada cinta yang tak memiliki arti

suatu permainan hati dua insan manusiawi

kubersumpah di depan dewa-dewi akan menjaga cintamu sepenuh hati

memastikan esok, kan tetap ada pelangi, hujan warna-warni

menunggu sang tuan putri tuk tersenyum kembali

- 16 agustus, aku berangkat -

surat sakit hati

•6 August 2008 • Leave a Comment

untuk yang dicintai,

ijinkan ku tuk memintamu tetap bersandar lagi, hanya sekali

cukup sekali, karena kuyakin kau yang kan membuatnya menjadi begitu berarti

telah kurelakan seluruh relung ini tuk kau tempati, tak peduli jika kau sakiti

tanpa mencari celah tuk diriku lari ke lain hati

walau sudah kucoba tuk bertahan dari sgala aral dan resah, yang terasa hanyalah lelah

lelah mengejarmu yang terus mencoba bersembunyi, berpindah sisi, dan berlari tinggalkan perih di hati ini

salam hangat dari seorang yang terlukai

ambigu

•6 August 2008 • Leave a Comment

kemarin masih terasa langkah kaki mengejar bayang anganku

kini kudapat asa masa mudaku, walau masih semu

entah apa yang kumau

tak tahu apa yang membuatku ragu

cintamu?

aral hidupku?

semoga tak usung waktu kan menghapus segala ambigu, menarik lembaran baru untukku

- 5 agustus, ketika Ia memberikan jalan baru untukku -

melankolisasi waktu

•10 July 2008 • 1 Comment

hilang, perlahan lenyap, rasa rindu yang terpancar dari keheningan tatapan kasihku

berlalu, memang lambat, tapi pasti, berganti semua rasa yang ada menjadi suatu kehilangan yang tak lama lagi kan menjadi pengisi kesunyian tiap-tiap relung hariku

baik pagi, siang, atau entah petang, selamanya kan menjelma menjadi sang malam

malam yang lemah, kelam, renta, hampa adanya

lagi-lagi ragu, pilu, dan malu, tak mampu bertanya pada dunia, tentang apa mau mereka

aku?

asaku?

harapku?

ataukah hanya sekedar bermain dengan sang waktu?

menanti suatu saat nanti bersama sang ajal yang kelak kan memasung segala akal sehat dan anganku

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.